Habis Makan Ngantuk? Waspadai Resistensi Insulin, Jangan Sampai Begini

Habis Makan Ngantuk? Waspadai Resistensi Insulin, Jangan Sampai Begini

Resistensi Insulin – Habis makan harusnya kenyang ya kenapa kok malah lemes bin ngantuk? Hati-hati lho bisa jadi ini adalah sinyal dari tubuh Anda kalau ada yang tidak beres dengan kerja si insulin. Logikanya habis makan kan tubuh penuh bahan bakar tapi kok malah sebaliknya… Tapi kalau makannya beras hitam sepertinya tidak akan begitu ya hehe… jadi sebetulnya apa itu Resistensi Insulin dan kenapa jadi ngantuk?

Resistensi Insulin (Insulin Resistance) adalah jargon yang sedang ngetren di belahan bumi barat sana. Sebetulnya saya agak bingung mencari terjemahan kata yang pas. Untuk mudahnya, ini adalah lawan dari sensitivitas terhadap insulin. Jadi yang resisten atau kebal adalah sel tubuh kita. Kebal atau tidak sensitif dengan keberadaan insulin.

Oh iya, sudah tidak perlu dijelaskan lagi tentang insulin kan. Bagi yang ingin lebih jelas silakan ditengok di artikel sebelumnya mengenai insulin ya. (link ke artikel insulin)

Sebagai gambaran, kita pasti pernah tahu orang yang terbiasa merokok. Awalnya sebatang saja sudah cukup. Tambah hari tambah tahun, lama-lama harus 3 bungkus per hari. Kurang dari itu, rasanya asem dan gelisah. Begitu juga dengan hampir semua hal ya. Tubuh kita beradaptasi mengembangkan kekebalan. Minuman keras, narkoba, makanan manis, cemilan kriuk renyah, main game, buka fesbuk dan seterusnya. Dalam hal insulin, berarti kita terlalu banyak dan terlalu sering kebanjiran insulin dalam darah, sehingga tubuh kita ba’al alias tidak sensitif. Perlu lebih banyak insulin untuk mencapai hasil yang sama.

makanan untuk diet

makanan untuk diet

Setiap kali kita makan, insulin akan keluar. Nah apalagi kalau yang dimakan tinggi karbohidrat, maka harus lebih banyak yang keluar untuk menangani si gula darah. Belum sempat turun eh sudah nyemil. Naik lagi. Sudah ketemu waktu makan lagi. Naik lagi. Dan setiap kali makan tinggi karbohidrat rendah serat, jadi gula darah melonjak drastis. Akibatnya insulin kerja rodi 24 jam nonstop tanpa shift. Sel tubuh kita kepenuhan gula sehingga terpaksa mengurangi sensitifitas terhadap insulin supaya tidak rusak akibat keracunan gula.

Jadi pra diabetes itu, ditandai dengan kadar insulin yang sangat tinggi. Orang yang sudah resistensi insulin, kadar insulin darahnya bisa 7-8 kali normal. Pankreas kerja keras! Selangkah lagi lalu pankreas angkat bendera putih dan terjadilah diabetes…

Jadi ini Ciri – Ciri Resistensi Insulin :

  1. Ngantuk dan lemas setelah makan

Ingat,insulin adalah kunci yang membuka gerbang sel tubuh. Tapi karena sel tubuh sudah cuek dan bosan dengan kebisingan insulin, jadinya gerbang nutrisi tertutup rapat. Akibatnya, walaupun darah kita penuh makanan, tapi sel tubuh kelaparan karena tak bisa masuk nutrisinya.

  1. Sudah makan banyak tapi masih lapar

Dengan alasan yang sama juga, sel tubuh masih terus mengirimkan sinyal lapar ke otak karena masih kekurangan nutrisi.

  1. Dorongan untuk makan yang manis-manis dan asin-asin

Gula, ternyata juga bisa bikin kecanduan. Dan bahkan menurut beberapa ahli, lebih kuat daripada ganja! Waktu makan ganja, eh gula, otak akan melepaskan ‘reward’ berupa zat yang memicu rasa senang. Tahu kan kenapa anak kecil suka sekali permen dan coklat!

Nah kalau asin, ini karena sel tubuh kita kekurangan mineral, terutama potassium / kalium yang rasanya agak asin mirip garam (natrium klorida). Dari mana kita dapat mineral? Bukan air mineral, tapi dari sayur.

Sayangnya sayuran hari ini tidak sama dengan sayuran di zaman embah buyut kita. Karena ditanam supaya produksi tinggi, digenjot pupuk kimia makro akibatnya kekurangan mineral. Beda dengan sayuran liar yang tumbuh alami di tanah yang tidak dipaksa pupuk sintetis.

Jadi? Ya tetap harus makan sayur dan lebih banyak porsinya. Usahakan kalau bisa yang liar / tidak ditanam seperti melinjo, petai cina, kenikir, kemangi, (tanya orang sunda saja haha) atau pilih sebisa mungkin yang organik, atau minimal tanpa disemprot pestisida. (Kalau masih tidak ketemu juga ya sudah daripada tidak makan sayur sama sekali..)

Hubungannya dengan insulin? Saat gula darah tinggi, kalium akan terbuang melalui urine sehingga tubuh kita kekurangan. Selengkapnya tentang kalium akan kita bahas khusus di lain waktu ya.

  1. Tekanan darah tinggi

Banyak yang bilang makan garam bikin darah tinggi ya. Itu tidak salah sih, tapi juga tidak 100% benar. Kita tetap butuh garam alias natrium, dan juga mineral lain yang terkandung dalam garam, tetapi supaya tekanan darah tidak tinggi, kalium nya harus lebih tinggi lagi. Kalium dan natrium ini adalah mesin pompa sel tubuh untuk memasukkan nutrisi dan mengeluarkan zat sisa. Karena kurang makan sayur ditambah terlalu tinggi kadar gula jadi kita sering kekurangan kalium. 90% penderita diabetes adalah orang yang kekurangan kalium dan bahkan semua penderita stroke pasti kekurangan kalium. Nah nanti lebih dalam kita bahas kalium di waktu khusus.

  1. Sudah olahraga keras tapi susah kurus

Selama ada insulin dalam darah, tubuh kita tidak akan membakar lemak. Gula darah harus habis dulu baru tubuh akan mulai ganti bahan bakar menjadi lemak. Makanya kalau kita olahraga walau sekeras apapun tapi masih minum susu yang manis atau pisang ya hasilnya kita hanya membakar itu saja, bukan cadangan lemak membandel di perut dan paha.

Dan kalaupun ternyata sudah berhasil susah payah membakar lemak, ketika sudah resisten insulin, akan mudah kembali gemuk. Ini karena sel lemak sudah mengalami perubahan. Nah mengenai perilaku sel lemak ini nanti akan kita bahas khusus ya.

Lalu jika sudah terlanjur Resistensi insulin, bagaimana cara mengatasinya? Dr. Ted Naiman memberi beberapa solusi yang pada intinya adalah mengurangi makan karbohidrat. Dalam channel youtube Low Carb Down Under, Dr. Ted mengupas tentang Resistensi Insulin dan kira-kira begini:

  1. Prinsipnya adalah memberi cuti liburan bagi insulin. Jadi tubuh kita bisa memulihkan sensitifitasnya lagi dan juga membakar kelebihan cadangan karbohidrat dalam sel dan juga cadangan lemak. Caranya? Ya dengan mengurangi makan karbohidrat, sejauh yang kita sanggup. Makin rendah karbo yang kita makan, maka akan semakin cepat proses ini. Akan lebih cepat lagi jika dikombinasikan dengan puasa. Puasa memberi waktu panjang bagi tubuh kita untuk tidak makan jadi insulin benar-benar absen dari darah. Pankreas punya waktu untuk merawat dirinya. Begitu juga dengan pencernaan dan organ tubuh lainnya.
  2. Asupan vitamin, mineral dan antioksidan harus diperbanyak untuk mendukung penyembuhan sel. Perlu digaris bawahi bahwa asupan vitamin ini adalah dari makanan, bukan dari suplemen vitamin sintetis. Mengenai suplemen sintetis ini akan kita bahas lain waktu juga ya..
  3. Olahraga beban. Seperti push up, pull up, angkat beban, angkat air, ember, cucian, hehehe. Intinya ketimbang olahraga ketahanan seperti lari atau bersepeda, olahraga beban dapat membakar lemak lebih banyak dan minim stress. Stress saat olahraga dapat memicu masalah lain yang berkaitan dengan hormon stress, yang akan kita bahas juga di lain kesempatan ya.

Begitu kira-kira ringkasnya saja. Jika ada pertanyaan maupun ada yang ingin ditambahkan silakan kirimkan di kolom komentar ataupun via saluran lainnya. Semoga sehat selalu. Terima kasih telah membaca artikel Resistensi Insulin kami.Salam hijau.

Sochi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *