FROM SEAD TO YOUR LIFE

 
Since 2010

MAKES EVERYDAY YOUR LEGENDARY DAY!


Dipercaya selama ribuan tahun sebagai tanaman yang berkhasiat, beras hitam menjadi rahasia kesehatan para Raja dan tetua Adat di nusantara. Beras Hitam kami ditanam di sawah yang pernah menjadi bagian dari kerajaan Mataram.


Melalui riset yang melelahkan kami berhasil meresapkan ekstrak herbal ke dalam tiap bulir beras hitam yang berkecambah. Inovasi dari tradisi Jepang "Hatsuga Genmai" yang terbukti meningkatkan manfaat alami beras utuh. Bagai sebuah karya seni, beras hitam diolah menjadi minuman yang beraroma khas dan mudah disajikan.

Untuk itu kami hanya menggunakan beras hitam yang ditanam secara alami, ramah lingkungan dan ramah petani. Beras unik setinggi 2 meter ini ditanam oleh petani lokal tanpa pupuk dan pestisida kimia sintetis.

MENGHIDUPKAN KEMBALI TRADISI YANG BAIK

 
Kecambah Beras Hitam


Mengecambahkan biji-bijian dan kacang, adalah satu tradisi baik yang tertelan oleh cepatnya kemajuan zaman. Termasuk beras hitam, semua biji-bijian dan kacang akan meningkat kandungan nutrisinya hingga 5-10x lipat setelah berkecambah. Ini juga menghilangkan zat antinutrisi yang dapat mengganggu pencernaan serta kesehatan kita.
Jepang adalah satu kebudayaan yang masih melestarikan tradisi ‘Hatsuga Genmai’ yang berarti secara harfiah ‘kecambah beras coklat’. Mereka begitu menghargai beras ini sehingga harganya pun umumnya 5x lebih mahal dari beras yang sama yang belum dikecambahkan.
 

Bagaimana Kami Mengolah Wedang Beras Hitam?


1. Pengecambahan

Setelah dipilih dan dibersihkan, beras hitam kami rendam dengan air rebusan herbal yang mengandung rosella, pegagan dan meniran. Setelah 24-48 jam, manfaat dari herbal akan meresap dan muncullah kecambah dari mata beras. Selama proses ini, embrio yang berada di mata beras melakukan metabolisme menghasilkan enzim, vitamin, flavonoid, dan banyak nutrisi lainnya. Karbohidrat dirubah menjadi serat sementara nutrisi mikro dilepaskan. Zat antinutrisi seperti asam fitat dirubah menjadi bentuk yang aman.

2. Pengeringan

Dalam batch kecil kami memanggang kecambah beras hitam ini dalam oven selama 40 menit. Kadar air turun sehingga cukup kering untuk bertahan awet alami selama 1 tahun dalam kemasan.

3. Penggilingan

Mesin khusus import dari Jerman, Komo Fidibus XL, kami gunakan untuk menghaluskan beras hitam. Seperti penggilingan tradisional, mesin ini bekerja pada putaran rendah, menggunakan batu giling corundum. Hasilnya memang tidak terlalu halus, tetapi suhu rendah saat proses lebih mempertahankan kandungan nutrisinya.

4. Pengemasan

Setelah dicampur dengan gula aren organik, pengemasan dilakukan dengan mesin sachet otomatis yang modern.