Pilih Diet Alami Atau Diet Ilmiah Ya?

Memangnya seperti apa lagi itu diet alami? Hehehe. Bagi para pemerhati, sudah terlalu banyak diet yang
bermunculan di dunia ini. Sebut saja namanya, kalau ditulis semua mungkin artikel ini malah jadi tesis
hahaha. Di antara kebingungan dengan pendapat yang saling bertentangan, saya kira akan baik jika
berhenti sejenak dan merenung. Bernafas yang panjang sambil memperhatikan kebijaksanaan dari
seorang guru Natural Farming, Masanobu Fukuoka. Saya berkenalan dengan Masanobu Fukuoka sekitar
10 tahun lalu, ketika masih aktif di sawah, meskipun hanya melalui bukunya “The One Straw
Revolution”. Karena beliau sudah meninggal hanya beberapa bulan sebelumnya. Ketika itu saya
mencoba menanam beras hitam menggunakan ide Natural Farmingnya.

Bagi yang belum pernah mendengar namanya, beliau adalah pelopor Natural Farming, alias pertanian
alami. Metode pertanian ini didasari oleh pencerahan yang dialaminya ketika berumur 25 tahun.
Metode unik yang tidak mirip metode pertanian, tetapi justru seperti menerapkan pemahaman spiritual
dalam bentuk pertanian dan pola hidup. Dan juga pola makan tentunya. Fukuoka sendiri sering
menyebut metodenya sebagai “Do Nothing Farming”. Bukan berarti tidak melakukan apapun, yang
beliau sebut sebagai ‘pembiaran’ tetapi menghilangkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu seperti
membajak, mengairi, menyemprot pestisida, membasmi gulma, dan banyak hal lainnya. Maka seperti itu
pula gambarannya pada pola diet alami yang Fukuoka ungkapkan. Buang dulu semua hal ilmiah yang
membuat kita bingung. Kembali menjadi satu dengan alam.

Fukuoka cukup terkenal di dunia pertanian dan mendapat banyak penghargaan baik di Jepang sendiri, di
India, Amerika, Brazil, Filipina dan beberapa Negara Afrika. Khususnya di India, hingga kini metodenya
masih sangat populer dan banyak yang menggunakannya. Metode pertanian yang sangat ramah
lingkungan, mudah dilakukan tetapi hasil produksinya melebihi hasil panen lahan terbaik.
Berikut adalah terjemahan dari kutipan ungkapan Masanobu Fukuoka mengenai Diet, baik yang ditulis
dalam buku-bukunya maupun dalam pidato. Beberapa ungkapan ini sudah sejak tahun 1970an tetapi
ternyata masih dan semakin relevan dengan kondisi saat ini.

Sains Nutrisi Modern

Orang mengira bahwa Diet Barat, dengan teori dan perhitungan yang rumit, akan menghilangkan
keraguan mengenai diet yang layak. Faktanya, ini malah menciptakan jauh lebih banyak masalah
ketimbang yang diselesaikan.

Satu masalah utama dalam sains nutrisi Barat adalah tiadanya usaha untuk menyesuaikan diet dengan
siklus alam. Diet yang dihasilkan malah mengasingkan manusia dari alam. Ketakutan terhadap alam dan
perasaan tidak aman seringkali menjadi hasil yang merugikan.

Masalah lainnya adalah nilai spiritual dan emosional sepenuhnya dilupakan, padahal makanan itu
terhubung secara langsung dengan jiwa dan emosi manusia. Jika manusia dipandang hanya sebagai benda fisik, maka mustahil untuk menghasilkan pemahaman yang selaras mengenai diet. Ketika  potongan informasi dikumpulkan dan disatukan dalam kebingungan, hasilnya adalah diet cacat yang menyeret menjauh dari alam.

Empat Macam Diet Menurut Fukuoka

Diet acuh mengikuti keinginan nafsu dan selera lidah. Orang yang menuruti pola makan ini akan
terombang-ambing mengikuti nafsu dan keinginan. Pola makan ini seharusnya disebut cara makan yang
egois dan kosong.

Diet nutrisi standar yang diikuti kebanyakan orang, didapat dari kesimpulan ilmiah biologis. Makanan
bernutrisi dimakan dengan tujuan mempertahankan kehidupan tubuh. Ini dapat disebut sebagai pola
makan materialistik ilmiah.

Diet berdasarkan prinsip spiritual dan filosofi idealistik. Membatasi makanan, bertujuan untuk menekan,
kebanyakan diet ‘alami’ jatuh dalam golongan ini. Ini bisa disebut sebagai pola makan prinsip.
Diet alami, mengikuti kehendak langit. Membuang semua pengetahuan manusia, diet ini bisa juga
disebut sebagai diet tanpa diskriminasi.

Pertama-tama orang akan menjauh dari diet acuh karena itu sumber penyakit yang tak terbilang
jumlahnya. Kemudian, setelah kecewa dengan diet ilmiah, yang semata-mata hanya mempertahankan
kehidupan biologis, banyak yang mengikuti diet prinsip. Pada akhirnya, beranjak darinya, orang akan
sampai kepada diet tanpa diskriminasi, tanpa pembedaan pada insan alami.

Diet Tanpa Pembedaan

Kehidupan manusia tidaklah dipertahankan oleh kekuatannya sendiri. Alamlah yang telah melahirkan
manusia dan menjaganya tetap hidup. Inilah hubungan yang orang pahami terhadap alam. Makanan
adalah hadiah dari langit. Orang tidak membuat makanan dari alam; langitlah yang
menganugerahkannya.

Makanan adalah makanan dan makanan adalah bukan makanan. Ini adalah bagian dari manusia dan
adalah bagian yang terpisah dari manusia. Ketika makanan, tubuh, hati dan pikiran menjadi satu kesatuan sempurna dengan alam, diet alami menjadi mungkin. Tubuh apa adanya, mengikuti nalurinya, memakan sesuatu yang enak rasanya, dan tidak makan jika tidak enak, adalah bebas terserah.

Adalah kemustahilan untuk merumuskan aturan dan proporsi bagi diet alami. Diet ini mendefinisikan
dirinya sendiri mengikuti lingkungan setempat, kebutuhan yang beragam dan penyusun tubuh dari
setiap menusia. Patokan atau sistem baku untuk seseorang dapat secara sadar memilih pertanyaan adalah mustahil.
Alam, atau tubuh itu sendiri, telah menjadi penunjuk yang cakap.

Tetapi petunjuk yang halus ini tak terdengar bagi kebanyakan orang sebab keriuhan yang dihasilkan oleh nafsu dan pikiran yang membeda-bedakan.

Diet Prinsip

Semua orang harus sadar bahwa alam ini selalu lengkap, seimbang dalam harmoni yang sempurna di
dalamnya. Makanan alami itu utuh dan di dalam keutuhan itu adalah pemenuhan kebutuhan dan rasa
yang halus.

Nampaknya, dengan menerapkan sistem yin dan yang, orang dapat menjelaskan asal mula semesta dan
perubahan alam. Mungkin juga tampak bahwa harmoni dalam tubuh manusia dapat ditentukan dan
dipertahankan secara sadar. Tetapi jika doktrin ini dimasukkan terlalu jauh (melebihi yang dibutuhkan
dalam studi pengobatan timur) maka orang akan memasuki wilayah ilmiah dan gagal mencapai
pembebasan inti dari persepsi yang diskriminatif.

Tersapu oleh kelembutan pengetahuan manusia tanpa mengenal batasannya, para pelaku diet prinsip
akan memahami dirinya hanya dengan objek yang terpisah. Tetapi ketika berusaha menyelami makna
dari alam dengan pandangan yang luas dan jauh ke depan, mereka gagal menemukan hal-hal kecil yang
terjadi di kakinya.

Diet Orang Sakit

Penyakit datang ketika orang memisahkan diri dari alam. Seberapa parahnya penyakit itu berbanding
lurus dengan jauhnya keterpisahan. Seringkali jika orang sakit kembali ke lingkungan yang sehat maka
penyakit akan sirna. Ketika keterasingan dari alam semakin menjadi, jumlah orang sakit meningkat.
Maka keinginan untuk kembali ke alam semakin kuat. Namun dalam pencarian untuk kembali ke alam,
tak ada pemahaman yang jelas tentang apa itu alam, maka usahanya menjadi sia-sia.

Bahkan jika seseorang hidup dalam kehidupan primitif jauh di gunung, dia mungkin masih akan gagal
memahami tujuan utamanya. Jika engkau mencoba melakukan sesuatu, usahamu tak akan mencapai
hasil yang diinginkan.

Orang yang hidup di perkotaan menghadapi kesulitan besar saat mencoba melakukan diet alami.
Sederhana, makanan alami tidak tersedia, karena petani berhenti menanamnya. Bahkan jika mereka
mampu membeli makanan alami, tubuh orang-orang harus dicocokkan dulu agar dapat mencerna
makanan yang begitu sehat.

Dalam situasi seperti ini, jika Anda mencoba makan makanan utuh atau mencapai diet yin-yang yang
seimbang, Anda harus punya kemampuan supernatural dan kekuatan menilai. Jauh dari kembali ke
alam, diet ‘alami’ yang aneh dan rumit berkembang dan orang-orang malah hanya akan diseret lebih
jauh lagi dari alam.

Alam adalah perpindahan yang konstan, berubah dari momen ke momen. Orang tidak dapat memahami
rupa asli alam. Wajah alam itu tak dapat dikenali. Mencoba menangkap yang tak dapat dikenali dengan
teori dan doktrin formal itu bagaikan mencoba menangkap angin dengan jaring kupu-kupu.

Manusia itu seperti orang buta yang tak tahu kemana ia menghadap. Dia menggapai-gapai sekitarnya
dengan tongkat ilmu pengetahuan ilmiah, mengandalkan yin dan yang untuk menentukan arah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *