Pernahkah Anda Makan Beras Hitam Herbal?

Kira-kira seperti apa rasanya beras hitam dicampur jamu alias herbal ya? Beras hitamnya saja khasiatnya sudah dahsyat, bagaimana kalau ditambah jamu lagi. Dan inilah yang kami lakukan di sela-sela kesibukan memenuhi pesanan pelanggan. Hampir dua tahun ini kami mencoba berbagai cara untuk memperkuat beras hitam dengan beberapa tumbuhan berkhasiat asli Indonesia.

Katanya sih, herbal nusantara lebih berkhasiat daripada yang dari luar sana. Anehnya, tidak sedikit tumbuhan yang berkhasiat itu dipandang gulma alias tumbuhan pengganggu disini. Saking kayanya kali ya, hehe. Misalnya saja, meniran dan anting-anting. Tumbuhan yang punya zat antivirus dan memperkuat kekebalan tubuh ini tumbuh liar hampir di setiap kebun di Indonesia, termasuk rumah saya sendiri.

Tumbuhan lain, jadi semak liar di lereng-lereng atau di balik rumput yang tinggi. Kalau sering main ke pinggir kali, atau di bukit-bukit di Puncak atau Bogor, mudah sekali ketemu yang namanya pegagan. Masyarakat Betawi maupun Sunda juga akrab dengan lalapan atau sayur antanan, nama lain pegagan. Diam-diam, tumbuhan merambat ini punya kemampuan untuk merawat syaraf dan kerja otak. Obat pinter bin anti pikun!

Rosella, yang beberapa tahun belakangan populer, pun tumbuhan asli Indramayu, Jawa Barat. Dari namanya mungkin terdengar import ya. Tapi itulah, tanaman yang dulu menghiasi halaman rumah di Jawa Barat bagian utara. Dan menjadi gulma di pematang sawah. Padahal kandungan antioksidan dan vitamin C nya, sungguh dahsyat.

Beberapa tumbuhan lainnya kurang diminati, meski dikenal baik berkhasiat. Sebabnya? Biasanya sih karena satu hal: pahit. Atau pahit sekali. Jamu identik dengan rasa pahit ya, makanya anak-anak, dan generasi sekarang, malas sekali minum jamu. Seperti mahkota dewa yang kuat sekali melawan sel kanker. Juga kulit manggis, yang selama ini dibuang begitu saja. Baru ketahuan kalau daya hancurnya terhadap sel kanker sangat kuat.

ekstrak herbal asli Indonesia

ekstrak herbal asli Indonesia

Kami seperti tertantang, bagaimana caranya supaya semua orang bisa menikmati manfaat tumbuhan-tumbuhan tadi. Supaya sadar dan mencintai miliknya sendiri. Tubuh segar dengan cara yang sehat dan murah.

Jadilah beras herbal ini. Kami menemukan cara untuk meresapkan ekstrak cair dari tumbuhan-tumbuhan tadi ke dalam setiap bulir beras hitam. Sekaligus mengaktifkan enzim-enzim pertumbuhan dari mata beras hitam. Sehingga kadar patinya yang kurang bermanfaat berubah menjadi bermacam vitamin dan nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan.

Tapi rasanya tidak boleh pahit ya. Untung aroma beras hitam yang khas cukup kuat untuk menenangkan pikiran, jadi tak terlintas kalau Wedang Beras Hitam itu mengandung jamu. Dan jika lidah yang peka mungkin merasakan getirnya mahkota dewa, akan tertutup oleh rasa gula aren organik yang creamy sekali.

Ingin coba beras hitam herbal dalam bentuk nasi? Tunggu ya, kami sedang siapkan kemasannya. Harganya? Pasti terjangkau, lebih murah daripada makan junk food di restoran-restoran import.

Mudah sekali kan, tak perlu cari-cari mana yang rumput liar, mana yang bermanfaat. Tak perlu pahit-pahitan minum jamu. Tinggal seduh Wedang Beras Hitam saja.

1 Comment

  1. Ketika saya tinggal di bandung saya rajin mengkosumsi beras hitam karena saya dengan mudah mendapatakan di daerah puncrut dan saya juga sering membeli berasnya untuk saya masak sendiri, keluarga saya kurang menyukai tapi saya suka sekali dari rasa , aroma dan sensasi makannya saya suka terutama saya membutuhkan manfaatnya yang sangat bagus, dan saya sering memfariasikan dalam memasak beras hitam agar tetap nikmat , tapi setelah saya pindah ke Bogor saya kesulitan mendapatkan beras hitam dan sekarang saya merindukan sekali dapat makan dengan beras hitam, kalau ada info boleh dong di share ke saya melalui email saya

    Thanks

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>