Memangnya Beras Bisa Dikecambahkan?

Ya, saya sering sekali mendapat pertanyaan semacam ini. Padahal, kakek atau buyut kita mungkin tak asing dengan beras yang sedikit keluar akarnya ini.

Tapi saya sendiri pun juga belum pernah dengar sampai dua tahun yang lalu. Ketika saya membaca artikel tentang Hatsuga Genmai. Tradisi mengecambahkan beras masih terjaga di negeri Sakura sana. Bahkan sampai ada komunitasnya segala. Dan mereka sangat menghargai beras “bertanduk” ini, dimana harga beras coklat yang dikecambahkan mencapai lima kali lipat dari harga beras coklat biasa.

Wow! Kenapa mahal sekali? Ternyata setelah diteliti, beras ini sangat menyehatkan. Dalam proses perkecambahan ini, enzim-enzim dalam bulir beras bekerja mempersiapkan pertumbuhan tanaman baru. Terjadi peningkatan zat-zat yang baik untuk pertumbuhan. Tercatat vitamin-vitamin B nya naik drastis dari 3-5 kali lipat. Bahkan vitamin E nya naik sampai 10x lipat.

Dan ada zat khusus yang hanya terbentuk setelah beras mulai berkecambah, bernama GABA. GABA (Gamma Aminobutyric Acid) adalah sejenis asam lemak baik yang sangat kuat dalam menyapu lemak-lemak jahat dan kotoran penyumbat dalam pembuluh darah. Beras hatsuga ini sering dipasarkan sebagai “GABA Rice” karena dahsyatnya khasiat GABA. Dan banyak juga diekstrak GABA nya sebagai obat untuk mengatasi kolesterol, darah tinggi, dan lain-lainnya.

Dari mana kenaikan zat-zat ini berasal? Ternyata bahan bakunya adalah karbohidrat alias pati yang selama ini sering dihindari oleh orang yang sedang diet. Jadi karbohidratnya berkurang, diubah menjadi vitamin, enzim, GABA, dan zat-zat yang sangat baik untuk kesehatan. Sekali mendayung dua pulau terlampaui!

Eh, bahkan tidak hanya dua pulau, masih ada satu lagi! Zat antigizi Asam Fitat nya pun ikut berubah menjadi antioksidan yang baik (selengkapnya artikel tentang Asam Fitat bisa dibaca di artikel Ternyata Beras Hitam Tak Baik Untuk Kesehatan! Beras Hitam Yang Mana Dulu?).

Hampir setiap sudut dunia punya kearifan lokal yang nyaris punah tentang kebiasaan merendam biji-bijian sebelum dimakan. Di Amerika Latin yang masih keturunan suku Inca punya kebiasaan berusia ribuan tahun untuk merendam jagung sebelum dibuat adonan, yang disebut nixtamal. Ketika jagung dibawa ke Afrika, tradisi ini tidak ikut dibawa. Akibatnya ribuan rakyat Afrika terkena wabah pellagra karena kekurangan asam amino triptofan yang menjadi sumber vitamin B3.

Di Eropa pun ada tradisi mengecambahkan barley dan rye sebelum dikonsumsi dalam bentuk bubur atau diolah menjadi tepung, atau diambil sari malt –nya untuk dibuat bir. Sebelum membuat bubur kacang hijau pun kita terbiasa merendam kacangnya kan. Kalau direndam semalaman, hasilnya akan jauh lebih baik.

So, jadikan makananmu sebagai obatmu!

-Sochi

3 Comments

  1. Kalo beras putih bisa dikecambahkan atau tidak?

    • Saya belum pernah ketemu beras putih yg masih bisa dikecambahkan, karena beras putih sudah tidak memiliki lembaga atau bakal biji dan nutrisi dari kulit arinya. Walaupun saya pernah dapat cerita dari orang Betawi asli kalau dia pernah tanam beras putih pecah kulit(warna kulit arinya putih) tapi saya belum pernah lihat sendiri Pak :)

  2. Di mana saya bisa beli beras Gaba?

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>