7 Tips untuk Lebaran yang Bebas Kolesterol dengan Beras Hitam

7 Tips untuk Lebaran yang Bebas Kolesterol dengan Beras Hitam

Beras Hitam – Lebaran, sepertinya kurang kalau tidak makan yang berkuah santan, dengan lauk daging, ketupat
dan kue-kue kering manis. Sayangnya kemarin saya lupa belum coba buat ketupat dari beras hitam.
Mungkin bisa jadi penyeimbang serbuan makanan lebaran yang berlimpah. Tetapi karena belum
saya coba, ketupat hitam ini tidak masuk ke 7 tips yang akan saya jelaskan berikut hehe.

Bagaimana dengan kolesterol? Sepertinya kalau sudah kena santan apalagi daging dan jerohan,
langsung pikiran lari ke kolesterol ya. Tahun 2018 seharusnya sudah berhenti dihantui kolesterol.
Karena sejak 2015 pun, orang Amerika sudah berhenti ketakutan terhadap kolesterol. Kenapa?
Karena memang FDA (Depkesnya AS) resmi mencoret kolesterol dari daftar hitam kandungan
makanan yang harus dihindari. Jadi begini ceritanya..

Ternyata kolesterol sesungguhnya adalah dinding yang menyusun setiap sel tubuh hewan (termasuk
kita manusia). Jadi setiap sel tubuh kita mengandung kolesterol, dan itu wajib ada. Begitu juga jika
kita makan daging hewani, entah itu ayam, sapi, ikan, semua pasti mengandung kolesterol, di bagian
tubuh manapun termasuk tulang. Jadi tidak akan mungkin kita hidup sehat tanpa kolesterol! Karena
sel kita akan hancur tanpanya.

Masih ada kejutan lagi. Ternyata, tanaman tidak mengandung kolesterol, karena mereka
membentuk dinding sel dari bahan lain (selulosa). Kalaupun ada zat yang mirip kolesterol maka
disebut fitosterol, yang justru baik bagi kesehatan kita. Artinya, santan tidak mungkin mengandung
kolesterol. Begitu juga minyak goreng, entah itu dari sawit, kelapa, jagung, kedelai, selama
sumbernya nabati tidak akan mengandung kolesterol.

Masih mau kejutan lagi? Dan ternyata, 75% kolesterol dalam tubuh kita, dibuat oleh tubuh kita
sendiri. Makanan hanya menyumbang maksimal 25% pada hasil tes kolesterol darah kita. Jadi,
andaikan kita sanggup tidak makan kolesterol sama sekali, lalu dicek darah maka akan tetap ada
kolesterolnya juga (dan mungkin masih tinggi juga hahaha).

 

Silakan googling sendiri mengenai kelosterol ini. Saya paling suka nonton video youtube dr. Eric Berg
karena sederhana, gambling dan langsung ke pokok masalah. Latar belakang dr. Berg adalah
chiropractor, kalau di Indonesia mungkin dikenal sbg pengobat tradisional, bukan dokter medis.
Beliau ketika muda nya juga mengalami banyak masalah kesehatan bahkan di umur 30 sudah banyak
penyumbatan pembuluh darah karena pola hidup yang berantakan dan tidak pernah makan sayur.
Terutama masalah kolesterol, di youtube saja nyaris 20an video dr. Berg khusus membahas
kolesterol saja.

“Kalau kolesterol tidak berbahaya, lalu apa yang menyebabkan leher ini sakit?”

Nah jadi ternyata ketika kita cek kadar kolesterol dalam darah (kolesterol umum), ada 4 komponen
yang menyusun angka tersebut, yaitu:

1. Kolesterol

2. HDL

3. LDL

4. Trigliserida

Di salah satu videonya, dijelaskan oleh dr. Berg bahwa no. 1 yaitu kolesterol itu zat yang sangat
dibutuhkan tubuh kita untuk membentuk sel baru karena setiap sel dibungkus oleh zat ini. Inilah
kolesterol yang tadi kita bahas. Bagaimana mungkin disebut berbahaya?

Lalu tentang HDL dan LDL, dimana ada pendapat umum yang menyebutkan bahwa HDL adalah
lemak baik dan yang jahat adalah si LDL. Dijelaskan oleh dr. Berg bahwa HDL dan LDL bukanlah
lemak melainkan protein. Karena HDL = High Density Lipoprotein. Andaikan saja sebuah truk
pengangkut lemak dalam tubuh karena darah kita terbuat dari air sehingga lemak tidak bisa larut,
butuh transport. Nah HDL tugasnya mengangkut dari sel tubuh ke hati, sedangkan LDL sebaliknya.
Dimana kita tidak bisa membuat LDL ini serendah mungkin karena bisa berbahaya juga bagi
kesehatan. Kandungan HDL dan LDL darah kita harus seimbang pada angka tertentu saja.

Nah tinggal 1 nih yang ternyata adalah si biang kerok sumber nyeri di leher setelah makan ketupat
rending. Tidak lain adalah trigliserida. Trigliserida adalah gula darah berlebih yang diubah menjadi
bentuk lemak. Ini dilakukan oleh insulin karena jika darah kita mengandung terlalu banyak gula bisa
sangat berbahaya (akan dibahas nanti lagi).

Jadi kesimpulan sederhana nya adalah, jika kita ingin cek darah karena menduga kolesterol kita
tinggi, cukup mengecek kadar trigliserida saja karena sebetulnya inilah zat yang kita sebut sebagai
tumpukan lemak di perut pinggang dan segalanya. Bisa juga cek kadar insulin
Nah dari penjelasan panjang di atas, bisa kita ambil trik sederhana untuk menghadapi hari makan-
makan besok ini supaya tidak lemes atau nyeri leher dan sebagainya yaitu…

“Jaga gula darah serendah mungkin”

Caranya?

Contoh :

1. Cobalah seharian minum yang tawar saja karena ketupat dan nasi tentu sudah jadi menu wajib.
Coba perhatikan berapa sendok gula yang Anda campurkan ke dalam teh manis, sirup, atau
minuman manis lainnya.

2. Kurangi porsi ketupat/nasi sejauh yang kita sanggup.

3. Ganti dengan karbohidrat kompleks seperti nasi yang berwarna (coklat/merah/hitam) supaya gula
darah tidak melonjak (yaah walaupun saya juga belum pernah lihat ketupat yang warnanya coklat
atau merah atau hitam… barangkali bisa dicoba nanti hehe).

4. Tambah gerakan fisik untuk mengurangi gula darah, misalkan ba'da subuh sempatkan 10 menit
lakukan gerakan sederhana yang berkeringat sebelum mandi, lalu diulang lagi sore nya. Olahraga
yang baik yang minim stress karena stress memicu hormon kortisol, yang mencegah tubuh
membakar lemak alih-alih malah membakar sel otot kita.

5. Usahakan perbanyak sayur atau serat karena dapat memperlambat penyerapan gula darah
sekaligus memperlancar pembuangan dan bonus asupan mineral untuk metabolisme si gula tadi.
Lebih baik setiap makan didulukan makan sayuran terutama yang berupa daun (karena rendah
karbohidratnya) sampai kenyang, jadi dorongan untuk makan ketupat atau nasi sudah berkurang
banyak.

6. Usahakan tidak ngemil atau makan sedikit-sedikit tapi sering, supaya insulin bisa istirahat. Lebih
baik lagi kalau bisa 2x makan besar tanpa disela makan apapun selain air putih.

7. Usahakan minum probiotik seperti yoghurt, kefir, kombucha dan kawan2 nya karena akan
membantu kita menghabiskan gula di pencernaan sebelum berhasil masuk ke darah. Makhluk-
makhluk kecil ini juga menghasilkan banyak zat yang berguna seperti asam lemak butirat yang
memperbaiki usus, berbagai macam vitamin, menekan pertumbuhan bakteri pathogen (yang
menyebabkan kita sakit) hingga mencegah bermacam penyakit pencernaan.

jual beras hitam

Bagaimana menurut Anda? Silakan dicoba saja. Saya telah mencoba selama Ramadhan ini berbuka
puasa dengan sayuran, entah itu pecel, gado-gado, urap, sayur bening, sayur asem dan macam-
macam. Hasilnya perut terisi penuh tanpa kebanyakan karbohidrat dan malah lebih segar menjalani
aktifitas setelahnya. Berikutnya akan kita coba mengenal lebih dalam tentang insulin ya, karena
kolesterol, eh, maksud saya trigliserida, tak bisa dilepaskan dari kerja insulin dalam tubuh kita.

Semoga sehat selalu!

Salam hijau,

Sochi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *