Fluktuasi Rasa? Resiko Organik

Beberapa waktu lalu seorang konsumen mengeluhkan perubahan rasa pada produk Wedang Beras Hitam. Asumsinya, dosis atau timbangan beras dan gulanya dikurangi. Kami tersenyum walaupun kaget juga. Kami punya SOP (Standard Operating Procedure) dan selalu cek kualitas.

Rupanya, lidah saya agak kurang peka. Gula aren yang saya gunakan memang ada sedikit perubahan aroma. Dan bukan tidak mungkin, juga dari berasnya.

Yah, begitulah produk organik. Karena tidak ada penambahan apapun, maka aromanya menyesuaikan musim dan cuaca. Sama halnya dengan mangga atau cabai yang dipanen musim hujan. Tingkat kemanisan atau kepedasannya pasti berbeda.

Satu poin quality control yang luput dari perhatian kami.
Di satu sisi, kami menggunakan produk organik yang notabenenya, mengikuti kehendak alam. Dimana tanaman ditanam mengikuti bagaimana seharusnya tanaman tersebut hidup secara alami di alam.

Di sisi lain, kami punya kewajiban untuk memastikan bahwa konsumen mendapat keadilan dan keseragaman.

Untungnya, walaupun rasa Dan aroma bervariasi, testimoni tetap mengalir. Artinya, khasiat tetap kualitas legenda! [Sochi]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>