Ternyata Beras Putih Lebih Sehat dari pada Beras Hitam !

Beras Hitam – Ya benar! Tapi itu kalau beras putih nya bebas pestisida, sedangkan beras hitamnya disemprot pestisida. Hehe. Pestisida adalah racun, bukan obat. Apapun yang terkena pestisida, berarti terkena racun kan. Tapi katanya beras hitam tak kenal hama, jadi tak perlu disemprot pestisida? Tergantung petaninya dong…

Sebenarnya, pestisida dibuat sebagai senjata terakhir jika hama atau binatang-binatang merusak tanaman melebihi ambang batas tertentu. Batas itu disebut batas ekonomi. Maksudnya, jika dalam tanaman rusak dalam persentase tertentu sehingga petani akan merugi, barulah pestisida boleh dipakai.

manfaat beras hitam

manfaat beras hitam

Tapi bagaimana prakteknya? Tak ada yang namanya polisi sawah atau pengawas agraria. Jadi petani bisa semprot apapun sesuka hatinya. Lihat wereng seekor lewat, langsung semprot. Bahkan sampai bikin jadwal. Jadi tak peduli ada hama atau tidak, yang penting semprot dulu. Tanggal sekian-sekian, semprot saja. Terus, semprotnya asal saja. Tidak pakai pelindung apapun. Padahal di kemasan pestisida selalu ada petunjuk pemakaian yang menyarankan penyemprot untuk menggunakan pelindung penuh.

Mirisnya, untuk mengaduk larutan pestisida saja, seringkali pakai tangan kosong. Bahkan ada yang bilang, kalau terasa sedikit kejang atau kesemutan di tangan, berarti pestisidanya ampuh!Wauw.

jual beras hitam

Kalau sudah disemprot, racun akan menempel pada bulir padi. Jika hanya pecah kulit saja, kemungkinan besar racun itu masih menempel di kulit ari. Jadi beras-beras utuh seperti beras coklat, merah, atau hitam, yang masih mengandung kulit ari, bisa mengandung racun jika saat ditanamnya disemprot pestisida.

 

Sedangkan beras putih, selain kulit arinya dibuang, juga digosok sampai mengilat. Sehingga walaupun pernah disemprot pestisida saat ditanam, bisa saja lolos uji pestisida. Dan memang sudah tidak mengandung racun lagi. Juga tidak mengandung nutrisi mata beras dan kulit ari juga. Hanya pati murni saja.

Pati murni.. tidak begitu sehat juga sih sebetulnya. Dalam jangka panjang, terlalu banyak makan pati murni semacam beras putih ini bisa berdampak macam-macam. Mulai dari kegemukan, diabetes, sampai tulang keropos. Kenapa bisa begitu?

Tubuh kita, dan juga pencernaan ini, bukanlah tabung reaksi kimia. Sesederhana tambahkan air dan karbohidrat, nyalakan api lalu boom, jadi gula. Tidak. Pencernaan jauh lebih rumit dan canggih daripada sekedar itu. Hanya dengan air liur saja, beras bisa menjadi gula dalam hitungan menit. Sementara di laboratorium, memecah beras menjadi gula memerlukan panas tinggi selama 2 hari bahkan lebih. Inilah keajaiban enzim.

Enzim seringkali mengandung logam atau mineral dalam jumlah sedikit (trace mineral) misalnya tembaga, iodium, seng, kromium, florida, molybdenum, mangan, selenium, magnesium, dan masih banyak lagi. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan, logam berat yang dikenal beracun, seperti timbal pun, dalam jumlah yang amat sedikit tetap diperlukan. Karena makhluk yang dipelihara dalam kondisi steril tanpa asupan logam berat itu, ternyata tumbuh tidak normal. Entah dalam enzim yang mana mineral ini diperlukan tubuh kita.

jual beras hitam

Wedang Beras Hitam, Sehat dalam secangkir wedang hangat

Pati murni bermakna sedikit sekali, atau kalaupun masih tersisa, kandungan trace mineral ini. Proses pencernaan karbohidrat sendiri, memerlukan mineral magnesium dan kalsium. Coba tebak dimana bagian tubuh kita yang paling membutuhkan dua mineral ini. Betul sekali, tulang. Ketika pencernaan kita terus-terusan kekurangan magnesium dan kalsium akibat mencerna pati murni, katakanlah tiap hari tiga kali dengan porsi 2x lipat anjuran dokter, selama 30 tahun, sepertinya itu jumlah yang cukup besar untuk menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Mineral langka ini sebagian besar, atau mungkin semuanya, berada di bagian kulit ari beras. Sudah satu paket diciptakan sebagai pendukung untuk proses pencernaannya. Kulit ari juga mengandung vitamin, serat, dan lemak baik, yang kesemuanya diperlukan agar usus kita bisa mencerna beras, eh nasi, dengan senang hati dan sehat wal afiat.

Di dalam beras hitam, masih ada lagi bonusnya yaitu lemak baik, antioksidan dan flavonoid. Lemak baik dapat membantu tubuh kita membersihkan lemak jahat. Juga menjadi makanan bagi koloni bakteri baik di usus, yang membantu kita melawan bakteri jahat sambil menghasilkan vitamin lain yang menyehatkan sel permukaan usus. Antioksidan menangkap radikal bebas dan racun yang berkeliaran, agar bisa dibuang dengan aman. Flavonoid seperti amunisi tambahan bagi sel tubuh sehingga dapat bekerja lebih cepat, lebih efektif, atau lebih kuat.

Kesimpulannya, hindarilah beras yang terkena pestisida. Baik itu beras hitam maupun merah atau putih. Tidak ada jaminan bahwa residunya tidak terbawa masuk ke dalam mulut kita. Selain itu juga pestisida meracuni tanah, merusak lingkungan, dan masa depan anak cucu kita.

jual beras hitam

jual beras hitam

Tidak harus labelisasi organik, tetapi mari kita dorong petani untuk mengurangi pemakaian pestisida dengan memilih membeli yang tanpa pestisida. Petani hanya akan menanam apa yang laku dijual. Kita bisa menentukan apa yang tersedia di rak-rak toko, tetapi hanya jika kita peduli dengan apa yang kita beli dan kita makan. Jika semua orang mengatakan akan membeli beras tanpa pestisida setiap kali akan membeli beras, pasti pemilik toko akan membeli beras tanpa pestisida dari grosir. Grosir pada gilirannya akan membeli lebih banyak beras tanpa pestisida dari pengepul. Pengepul akan mencari beras tanpa pestisida dari petani. Sehingga semakin banyak beras tanpa pestisida.

Dan semakin sedikit tanah air kita teracuni oleh racun pestisida itu. Semakin kecil kemungkinan anak-anak dan cucu kita tanpa sengaja minum dari sumber air yang tercemar racun itu. Atau tanpa sengaja makan dari tanah yang telah tercemar pestisida. Semakin kecil kemungkinan kita, atau anak cucu kita, terkena penyakit aneh yang belum pernah dikenal sebelumnya, akibat keracunan zat aneh yang belum pernah dikenal sebelumnya, yang terkandung dalam pestisida.

Semua hanya bermula dari membeli beras tanpa pestisida. Untuk mencegah sangat banyak hal buruk yang akan terjadi. Sudah terjadi juga sebetulnya, hanya saja banyak yang belum menyadari. Atau tutup mata. Kita makan beras rata-rata 100 kg per tahun, menurut angka Konsumsi Beras Per Kapita dari BPS. Kalau di rumah kita ada 4 orang, berarti sebulan akan habis kira-kira 33 kg. Itupun kalau orang dewasa semua, anak kecil kan makan lebih sedikit. 33 kg dikali Rp. 12.000, harga beras biasa di warung, akan menghabiskan hampir 400 ribu rupiah. Jika kita memlih membeli beras tanpa pestisida, taruhlah harganya Rp. 18.000 untuk jenis beras coklat, maka hanya akan menghabiskan 600 ribu rupiah.

jual beras hitam

jual beras hitam

Sedikit lebih mahal, tetapi ternyata porsi makan akan berkurang, sehingga misalnya tadinya habis 33 kg, bisa berkurang jadi 25 kg. Yang artinya Cuma habis 450 ribu. Selisih 50 ribu saja dengan nasi biasa yang dapat membahayakan masa depan anak kita. 50 ribu kalau mampir makan di restoran saja kurang. Sepadan kah dengan teracuni nya tanah air kita? Ini tanggung jawab kita bersama, dan setiap tanggung jawab akan dimintai pertanggungannya.

Silakan tentukan sendiri!

jual beras hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *