Bagaimana Saya Kehilangan Benjolan di Tenggorokan Dalam 5 Hari Dengan Beras Hitam

Beberapa tahun silam, saya sempat mengalami sakit di tenggorokan. Semacam ketulangan atau ada tulang yang tersangkut di saluran cerna bagian leher. Sakit setiap kali menelan makanan membuat nafsu makan saya turun dan berat badan berkurang cukup banyak, karena sakit ini saya alami selama sekitar 3 bulan. Dan ini adalah momen perkenalan saya dengan beras hitam. Inspirasi untuk menyebar luaskan Sang Legenda ini datang karena sakit yang ternyata bisa hilang hanya dalam 5 hari.

Hingga kini saya belum tahu apa penyakit yang waktu itu saya derita, karena belum saya periksakan ke dokter. Bisa dibilang, saya ini takut dokter, hehe. Saya sangat tidak suka badan saya kemasukan obat kimia. Gara-gara seorang teman yang Ayahnya bekerja di salah satu perusahaan farmasi terkenal pernah bercerita tentang borok bisnis obat-obatan di negeri kita ini. Terlepas dari benar tidaknya cerita tersebut, saya sangat paranoid jadinya. Ditambah lagi pengalaman bengkak liver yang hampir merenggut nyawa saya karena obat typhus dosis tinggi. Rasa sakit di leher jadi tak seberapa karena teringat saat-saat hati (baca:liver) saya bengkak. Saya coba masukkan jari untuk meraba bagian yang sakit itu dan terasa seperti benjolan yang agak mengeras. Ketika saya coba tarik, malah muntah.

Suatu hari seorang teman saya memberikan tepung berwarna abu-abu kusam yang katanya dibuat dari beras hitam. Saya kurang percaya kalau tepung itu dibuat dari beras yang warnanya hitam, dan bukan ketan. Akhirnya keesokan harinya dia bawakan beras hitam. Akhirnya saya coba minum dua sendok beras hitam yang direbus sebentar tiap pagi dan sore.

Hari pertama, leher saya justru semakin sakit. Saya tanya teman saya, katanya bagus. Itu reaksi detoks atau pembersihan racun. Hari itu saya cuma bisa makan satu kali dan sisanya minum saja karena jangankan makan, minum air saja sudah sakit. Saya juga seperti diare ringan, lebih banyak buang air daripada biasanya. Hari kedua, sakitnya makin menjadi. Selera makan benar-benar hilang. Badan terasa agak meriang, leher terasa panas dan bengkak. Tapi saya terus konsumsi air beras hitam tadi, pagi dan sore. Dan benar saja, hari ketiga sakitnya berkurang drastis. Benjolannya juga terasa mengecil, saya bisa makan seperti sediakala. Hari keempat, benjolannya semakin kecil dan saya sudah tidak meriang lagi. Dan hari kelima saya seperti belum pernah merasa sesehat itu sebelumnya.

Saya senang bukan main dan langsung kontak teman saya yang namanya Pak Wahyudin itu. Saya bilang, dunia harus tahu legenda ini. Ini murah sekali dibandingkan kemoterapi atau operasi, karena saat itu saya berasumsi bahwa yang saya alami adalah tumor. Dan rasanya memang enak, lebih wangi daripada teh dan lebih sehat daripada kopi.

Akhirnya setelah beberapa bulan formulasi dan uji pasar, lahirlah Sanderm Wedang Beras Hitam. Meskipun ketika itu peminatnya masih sangat sedikit dan pengetahuan saya tentang bisnis sangat dangkal, saya sangat bersemangat untuk terus membagikan legenda ini. Dan ternyata tidak hanya saya. Sudah banyak orang yang merasakan sendiri kemampuan beras hitam membereskan penyakit dan racun dari tubuh. Seperti Om Jean Challand dengan leukemianya, Ibu Kunariyah dengan batuk darahnya, Bapak Puji dengan stroke nya, dan masih banyak lainnya.

Bagaimana dengan Anda?

1 Comment

  1. Tolong email saya ya. Saya ingin buktikan kasiatnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>