Asal-usul Wedang Beras Hitam

“Rasa Wedang Beras Hitam itu hangat ya?”

Mendengar kata “wedang”, kebanyakan orang akan membayangkan kehangatan rasa jahe. Terutama yang bukan berasal dari jawa. Kata wedang memang seperti sudah terpatri dengan jahe. Tak heran perhatian sebagian konsumen yang baru mendengar merek Sanderm Wedang Beras Hitam langsung tertuju kepada wedang jahe.
Dalam bahasa Jawa, kata “wedang” sejatinya bermakna minuman yang disajikan hangat atau panas. Hangat disini maksudnya suhunya, bukan rasa panas atau pedas seperti jahe. Jadi teh atau kopi yang disajikan hangat seringkali disebut wedang teh dan wedang kopi. Apalagi wedang jahe yang sudah terkenal. Selain itu masyarakat jawa juga mengenal bermacam jenis wedang lainnya. Misalnya wedang bandrek, yang juga terkenal di tanah sunda. Wedang secang, berwarna merah karena terbuat dari kayu secang. Wedang uwuh, minuman khas keraton yang terdiri atas bermacam rempah, sehat dan menyegarkan. Bagaimana dengan Wedang Beras Hitam?

Beras hitam sebenarnya lebih populer di kalangan keraton dan masyarakat adat sebagai makanan pokok selayaknya nasi putih. Saya pribadi belum pernah menemui minuman yang dibuat dari beras hitam. Khasiat beras hitam sudah dapat dirasakan meskipun hanya mengkonsumsi dalam jumlah sedikit, asalkan rutin. Tidak perlu makan sebakul nasi hitam untuk mendapatkan kebaikan alaminya. Maka apa salahnya jika beras hitam disajikan dalam bentuk wedang. Praktis karena tinggal diseduh dengan air panas. Takarannya pun sudah disesuaikan agar pas di kantong.

Citarasa Beras Hitam sedikit mirip dengan ketan hitam, namun lebih wangi, dan sedikit “nutty”. Nasi hitam sedikit getir bagi yang belum terbiasa mengkonsumsinya. Dan aromanya mungkin agak terlalu wangi, sering bertabrakan dengan aroma dari lauk pauk. Tidak sedikit orang yang kurang cocok dengan selera keraton yang satu ini. Namun ketika disajikan dalam bentuk wedang, aroma wangi beras hitam berpadu dengan gula aren yang “creamy” sangat pas di lidah. “Jamu tapi kok rasanya enak ya….” begitu seloroh salah satu konsumen kami.

Mesin khusus penggiling biji-bijian (Grain Mill) sengaja kami datangkan dari Jerman untuk menghaluskan beras hitam yang sudah dimasak dan dikeringkan. Konstruksi mesin yang terbuat dari batu memungkinkan suhu beras tidak naik terlalu tinggi ketika proses penggilingan. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kehilangan beberapa macam nutrisi penting dalam beras. Hasil gilingan batu memang kurang halus meskipun telah melalui proses 3 kali penggilingan. Akibatnya Wedang Beras Hitam masih berampas setelah diseduh. Mirip kopi tubruk. Bedanya, ampas Wedang Beras Hitam sangat baik untuk kesehatan, karena zat pati yang terkandung dapat menyerap racun dari dalam pencernaan dan merupakan sumber karbohidrat yang baik. Kami sangat menyarankan untuk menghabiskan Wedang Beras Hitam berikut ampasnya.

Pigmen warna yang terkandung dalam kulit ari beras hitam terbilang cukup pekat. Pasalnya beras hitam mentah akan membuat air cuciannya berwarna hitam meski hanya dialirkan sebentar. Wedang Beras Hitam memperoleh warna hitamnya secara alami dari pigmen warna beras hitam. Tanpa pewarna tambahan apalagi dari beras gosong ataupun arang. Proses pemasakan dan pengeringan beras hitam dilakukan setengah matang dan dengan suhu tidak lebih dari 100 derajat Celsius.

Beras hitam tergolong beras yang cepat rusak jika dibandingkan dengan jenis beras lainnya. Beras ini cepat sekali berkutu. Jika tidak disimpan dalam wadah yang kedap, hanya dalam hitungan hari setelah dipanen akan mudah dijumpai kutu. Karena penanaman beras hitam bebas dari racun kimia, maka hewan-hewan ini bebas memakannya tanpa keracunan. Belum lagi aroma wangi dan nutrisinya yang tinggi, sangat menarik. Kemudian dalam jangka tiga sampai empat bulan, akan sangat mudah tumbuh jamur maupun kapang berbentuk serbuk putih dan hijau. Menjaga stok beras hitam mentah dalam jangka waktu panjang adalah hal yang cukup rumit. Pengolahan beras hitam merupakan hal penting untuk mempertahankan kebaikan alaminya.

Salah satu cara menjaga khasiat beras hitam adalah dengan pengeringan. Wedang Beras Hitam awet secara alami karena kering alias mengandung kadar air yang rendah. Beras hitam diberi perlakuan khusus dengan teknik rahasia bersama lima macam herbal pilihan untuk meningkatkan khasiatnya. Kemudian pemasakan dan pengeringan dilakukan sekaligus dalam proses yang relatif singkat. Hasilnya beras kering setengah matang yang tahan kutu dan jamur.

Proses terakhir yakni pengemasan memegang peran yang penting untuk mengunci khasiat beras hitam agar bertahan hingga satu tahun. Kemasan aluminium foil yang kedap udara dan cahaya dapat mencegah oksidasi, perubahan fisik dan kimiawi, penurunan kandungan nutrisi, serta serangan kutu, jamur, kapang, semut atau hewan-hewan kecil lainnya. Bentuk sachet yang ringkas dan menarik, mudah dibawa untuk dapat dinikmati kapan saja dan dimana saja.

Tinggal diseduh! Rasakan wanginya aroma legendaris beras hitam dengan segala kebaikan alaminya!

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>