Apa warna beras? Putih? Anda yakin?

Saya sebenarnya heran. Mengapa beras putih mendadak populer beberapa dekade silam. Mungkin demam londo. Demam bule. Kulit bule putih jadi warna beras yang enak yang putih. Hmm, nonsense.

Menurut cerita nenek, dahulu beras itu berwarna-warni. Jarang orang yang makan beras putih. Beras yang ditumbuk di rumah dengan lumpang, warnanya coklat. Brown rice. Kadang juga merah. Bahkan nasi putih pun diwarnai kuning supaya jadi tumpeng.berashitam_backgrnd

Entah kenapa, tiba-tiba ngetren yang namanya beras putih. Orang-orang seperti terobsesi dengan warna yang diasosiasikan dengan kebersihan dan kesucian itu. Sampai-sampai, beras coklat dianggap makanan orang miskin!

Padahal, tahukah Anda cara untuk mendapatkan warna putih itu?

Masih mending kalau cuma disosoh. Ya memang kulit ari yang berharga itu hilang. Zat gizinya hilang. Daya hidupnya hilang. Namun yang lebih mengerikan adalah: zat pemutih. Tak jarang, pengusaha penggilingan beras menambahkan zat kimia pemutih. Mulai dari talk, zat warna buatan, zat pewarna tekstil, sampai pigmen cat!

Wauw!!

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>